Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto kemungkinan akan dijegal oleh koruptor dalam pencalonan presiden di Pemilu 2014. Hal itu disebabkan Prabowo gencar menyuarakan anti korupsi.
"Soal jegal menjegal sudah pasti, Terutama para konglomerat hitam yang berbisnis tidak taat aturan yang terbiasa dengan KKN. Karena dari visinya jelas. Prabowo akan berantas praktek KKN maupun menasionalisasi bisnis yang merugikan bangsa," kata Sekjen Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (Prodem), Andrianto dalam keterangan pers, Senin (2/9/2013).
Andrianto mengungkapkan Prabowo memiliki visi yang nasionalistik sebab latarbelakang keluarganya yang pejuang. Selain itu, kelebihan Prabowo saat ini tidak berada dalam struktur kekuasaan. Sehingga, Prabowo bisa lebih objektif dalam pengambilan keputusan kelak.
"Track recordnya juga bersih. Karena Prabowo berlatar keluarga berkecukupan. Prabowo ini, bertipe solidarity makers yang cocok dengan trend tantangan kedepan menghadapi era globalisasi," ungkapnya.
Karakter Prabowo yang lugas, tegas dan apa adanya itu menurut Andrianto sangat cocok dengan karakter masyarakat Indonesia yang melodramatik. Karena rakyat Indonesia selalu mencari perbedaan dengan situasi dan kondisi sebelumnya, yakni pada saat ini yang terkesan kurang tegas dalam mengambil sebuah kebijakan.
"Nah supaya ini terwujud dan berjalan paralel maka tentu Prabowo mesti di topang dengan perolehan kursi DPR yang mayoritas. Ataupun membangun koalisi besar sehingga dia bisa mewujudkan cita-citanya itu," ungkapnya.
Sementara Anggota Dewan Pembina Gerindra Martin Hutabarat menilai pihak yang membenci Prabowo adalah orang-orang yang tidak suka dengan reformasi yang dijalankan Mantan Pangkostrad tersebut.
"Perubahan bentuk-bentuk jadi paltform Gerindra termasuk pemberantasan korupsi habis-habisan," katanya.
Martin berjanji bila terpilih maka Prabowo akan membangun sinergi antara Pemerintah dengan KPK.
"Para koruptor pasti tidak senang dengan strategi Prabowo, yang mau melemahkan KPK pasti berusaha jegal Prabowo," ungkapnya.
Sumber : http://www.tribunnews.com
Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Johnson Simanjuntak

